Inilah Lima Aset Kripto Berkinerja Terbaik Tahun 2023

Inilah Lima Aset Kripto Berkinerja Terbaik Tahun 2023

Meskipun pasar crypto memiliki kinerja yang buruk di tahun 2023, ada lima aset yang memiliki kinerja terbaik tahun ini. Apakah mereka?

Presiden Komisaris PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, secara khusus, lima aset dengan kinerja terbaik pada tahun 2023 adalah Tron (TRX), Monero (XMR), Binance Coin (BNB), Ethereum Classic (ETC), dan Dogecoin (DOGE). Dalam hal hasil agregat sepanjang tahun, 36 aset mengamati semua pengembalian yang tercatat berkurang, tetapi ini adalah yang terendah untuk lima aset kripto.

“ Tron mengukur hasil terbaiknya di bulan Mei, saat pengembalian meningkat sebesar 33%, dan di bulan Maret saat meningkat 19%. Januari dan Juni berbagi posisi sebagai bulan terburuk bagi TRX, membukukan kerugian 22%,” ujar Sutopo kepada Investor Daily, baru-baru ini.

 

Menurut Sutopo , bulan terbaik untuk Monero adalah Juli dengan kenaikan 41%, diikuti Maret dengan kenaikan 31%. Juli mengikuti bulan yang paling tidak berhasil dengan pengembalian bulanan turun menjadi 41%. Januari juga lemah untuk XMR, dengan kerugian pengembalian 35%.

“Itu dikeluarkan oleh platform perdagangan crypto Binance BNB pada bulan Juli, dengan peningkatan pengembalian aset sebesar 33%, serta peningkatan 12% pada bulan Maret. Dibandingkan dengan ini, token mencatat kerugian 32% di bulan Juni dan 26% di bulan Januari,” tambah Sutopo .

Di tempat keempat dengan kinerja pengembalian terbaik sepanjang tahun, Ethereum Classic dengan pengembalian meningkat 166% di bulan Juli dan melonjak 66% di bulan Maret, dibandingkan dengan kerugian 38% di bulan April dan 36% di bulan Juni.

Terakhir, Dogecoin (DOGE) mencatat peningkatan 89% di bulan Oktober, bulan terbaiknya, diikuti oleh bulan Maret dengan peningkatan 8%. Dibandingkan dengan kinerja ini, bulan terburuk DOGE adalah Mei, ketika token mencatat kerugian 31%, diikuti oleh Desember dan penurunan 26%, jelas Sutopo .

Sutopo menjelaskan mata uang Krypto mencatatkan kinerja yang buruk sepanjang tahun 2023, yang kesemuanya disebabkan oleh kebijakan bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi dan banyaknya kasus kripto yang melibatkan kebangkrutan perusahaan bursa kripto.

“LTC loss 52%, XRP loss 56%, BTC loss 64%, ETH loss 67% dan BCH loss 76%,” pungkas Sutopo .