Memahami Makna Ta'awun dalam Kehidupan Sehari-hari

Memahami Makna Ta’awun dalam Kehidupan Sehari-hari

Definisi Taawun

Apa itu Taawun – Taawun adalah saling membantu dalam kebaikan. Taawun adalah kata benda yang berasal dari bahasa arab, yaitu taawana – yataawanu-taawuna . Sikap taawun sangat dekat dengan segala aspek kehidupan manusia, karena kodrat manusia yang merupakan makhluk sosial. Untuk lebih jelasnya tentang ta’awun , mari simak artikel berikut ini.

Anjuran ta’awun dalam Islam ditujukan kepada seluruh umat Islam yang beriman. Hal ini sesuai dengan dalil naqli dalam Al-Qur’an Al Maidah ayat 2 dan At Taubah ayat 71 serta hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim.

Bukti Ta’awun dalam Al-Quran dan Hadits

Al-Quran Surah Al – Maidah ayat 2:

Dan bekerja sama dalam kebenaran dan takwa, tetapi jangan bekerja sama dalam dosa dan agresi, dan bertakwalah kepada Tuhan, karena Tuhan sangat keras hukumannya.

… wa ta’ala birri wattaqwaa , wa ta’ala itsmi wal’udwaan , wattaqullaaha , innallaaha syadiidul ‘ iqab .

Artinya : Dan saling tolong menolong dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan saling tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras hukumannya.” (Al Quran surat Al- Maidah ayat 2)

Al-Quran Surah At – Taubah ayat 71

وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ بَعۡضُهُمۡ اَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ وَيُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيۡعُوۡنَ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَه ٗ‌ؕ اُولٰۤٮِٕكَ سَيَرۡحَمُهُمُ اللّٰهُ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ حَكِيۡمٌ

Orang yang beriman adalah ba’duhum awliyaa’u ba ;d ; yamuruuna bilma’ruufi wa yanhawna’anil _ _ munkari wa yuqiimuunas Salata wa yu’tuunaz Zakat wa yuti’unal laaha wa Rasuulah ; cahaya syarhamuhumul lah ; innallaha ‘ Azizun Hakim

Artinya: “Dan orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian dari mereka membantu yang lain. Mereka menyuruh (melakukan) yang baik, dan melarang yang buruk, mendirikan shalat, membayar zakat , dan menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat demi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Bijaksana”.

Hadits Sejarah Nabi Muslim

Dan barangsiapa memperkenalkan suatu keburukan dalam Islam, maka dia menanggung bebannya dan beban orang-orang yang mengamalkannya setelah dia, tanpa berkurang bebannya.

Wa man sana fil islami sunnat sayyiatan kaana alaihi wizruhaa wa wizru man amila bihaa min ba’dihi min gaoyri an yanquso min auzaarihim syay un

“Barangsiapa yang memberi petunjuk kepada keburukan, maka dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan buruk itu dan juga dosa orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR.Muslim no.1017).

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, pertolongan yang dianjurkan dalam Islam adalah sebatas kebaikan.

Dengan saling membantu, sejatinya tidak akan ada yang merasa sedih atau hampa. Hal ini dikarenakan, hati akan mendapatkan rasa bahagia yang tidak semu ketika melihat orang lain terbantu dengan usaha yang kita lakukan.

Namun, itu masih perlu diingat. Mohon bantuannya, akan lebih baik jika sesuai dengan kemampuan. Karena jika Anda mengalami kerugian untuk tujuan membantu orang lain, khawatir akan menjadi dosa karena Anda telah menganiaya diri sendiri.

Dan bagi orang yang memutarbalikkan anjuran ta’awun untuk hal-hal yang di luar kebaikan, akibatnya telah dijelaskan secara rinci dalam hadits di atas, yaitu dosa perbuatan buruk dan menanggung dosa orang yang berbuat jahat atas anjuran atau pertolongannya . .

Contoh Ta’awun dalam kehidupan sehari-hari

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena ketidakmampuannya untuk melakukan segala sesuatunya sendiri karena keterbatasan yang ada pada dirinya. Oleh karena itu, sudah sewajarnya manusia saling membantu.

Upaya membantu yang dimaksud tidak harus dalam aspek yang besar. Lakukan saja hal-hal sederhana berikut ini untuk mengamalkan sikap ta’awun dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Jangan membicarakan aib orang lain
  2. Berikan bantuan kepada orang-orang di sekitar
  3. Mengunjungi orang yang sakit atau yang sedang mengalami musibah
  4. Meringankan masalah orang lain

Selain menjalankan perintah Allah dalam Alquran dan mendapatkan pahala serta memenuhi peran sebagai makhluk sosial, kebaikan yang telah kita lakukan justru akan kembali kepada diri kita sendiri. Hal ini sesuai dengan apa yang tertuang dalam hadits nabi yang diriwayatkan oleh Muslim yang artinya:

“Barangsiapa menyelamatkan seorang mukmin dari kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari satu kesulitan dari beberapa kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, maka Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” ( Hadis riwayat Muslim no.2699)

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang ta’awun dalam artikel ini. Ta’awun adalah salah satu akhlak terpuji ( mahmudah ) dalam Islam. Oleh karena itu, dengan membiasakan ta’awun dalam kehidupan sehari-hari berarti kita sudah memiliki salah satu dari beberapa akhlak terpuji dalam Islam.