Internal Link: Panduan Lengkap Optimasi SEO Anda [Terbaru]

Internal Link: Panduan Lengkap Optimasi SEO Anda [Terbaru]

Di berbagai artikel yang membahas tentang strategi SEO , sudah pasti akan muncul internal link di sana. Tidak heran karena ini merupakan aspek integral dari praktik SEO.

Namun, bagi yang baru memiliki website, istilah ini akan menimbulkan banyak tanda tanya di kepala mereka. Inilah mengapa Anda memutuskan untuk memasukkan kata “tautan internal” di Google dan mengklik artikel ini, bukan?

Yup, Anda telah datang ke tempat yang tepat. Dalam artikel ini, semua pertanyaan Anda mengenai internal link akan terjawab. Kami akan membahas tuntas dari AZ agar Anda tidak hanya mengetahui apa artinya, tetapi juga bagaimana mengoptimalkannya untuk SEO .

Nah, ada beberapa langkah khusus yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan manfaat penuh dari internal link ini, yaitu:

  1. Buat banyak konten
  2. Masukkan kata kunci dalam teks jangkar
  3. Tautan ke halaman yang relevan
  4. Hindari teks jangkar yang sama di dua halaman berbeda
  5. Gunakan tautan dofollow
  6. Tautan ke halaman penting di situs web
  7. Jangan memasang terlalu banyak tautan internal

Oh ya, seperti yang kami sebutkan di atas, internal link merupakan bagian kecil dari keseluruhan teknik SEO . Jadi, sebelum menerapkan cara-cara di atas, pastikan Anda mempelajari apa itu SEO terlebih dahulu.

Apa itu Tautan Internal?

Seperti namanya, tautan internal adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain di situs web yang sama. Misalnya seperti ini:

Pada Panduan Lengkap Memaksimalkan SEO Gambar untuk Website , langkah keempat adalah mengompresi gambar. Namun, alih-alih menuliskan cara mengoptimasi gambar pada saat itu, kami menyertakan tautan ke artikel terpisah yang membahas cara mengompres gambar secara lengkap. Nah, link itulah yang disebut internal link.

Nah, tautan internal penting untuk SEO karena dapat membantu Google mengindeks situs web Anda dan memahami keseluruhan strukturnya.

Jika Google lebih memahami website Anda, tentu lebih mudah mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian, bukan? ( asalkan anda juga sudah menerapkan teknik SEO lainnya ). Begitu juga sebaliknya, jika Google bingung dengan website Anda, kemungkinan mendapatkan peringkat atas juga semakin berkurang

Perbedaan Internal Link dan External Link

Perbedaan internal link dan external link cukup signifikan, yaitu:

1. Pengertian

Seperti yang Anda ketahui, internal linking adalah tautan yang mengarah ke halaman lain di situs web yang sama. Sebaliknya, tautan eksternal adalah tautan yang mengarah ke situs web lain.

2. Tujuan

Tujuan internal linking adalah untuk meningkatkan otoritas domain . Dengan halaman internal website yang berkesinambungan satu sama lain menunjukkan bahwa konten tersebut memiliki relevansi yang kuat.

Sedangkan external link untuk meningkatkan page authority. Otoritas halaman menunjukkan kualitas halaman situs web. Hal ini dibuktikan dengan konten yang memiliki referensi atau sumber referensi yang jelas dari website eksternal.

3. Fungsi

Baik internal link maupun external link memiliki fungsinya masing-masing. Berikut fungsi dari external link :

  • Meningkatkan menghabiskan waktu alias waktu yang dihabiskan oleh pengunjung di website;
  • Meningkatkan tampilan halaman alias jumlah halaman yang dibuka pengunjung;
  • Mendukung SEO pada halaman.

Berbeda dengan internal link, external link berperan dalam:

  • Meningkatkan kredibilitas halaman website;
  • Mendukung SEO pada halaman.

Lantas, apa perbedaan internal linking dan external linking dalam optimasi SEO? Silahkan simak pembahasan berikut ini.

4. Optimasi SEO

Keduanya mendukung SEO on-page , tautan internal dan tautan eksternal jauh berbeda.

Tautan internal meningkatkan kinerja SEO situs web yang dimaksud, melalui teks jangkar yang digunakan. Sekedar info, anchor text adalah teks yang telah disematkan link tertentu.

Sedangkan external link justru membantu website referral Anda mendapatkan ranking melalui anchor text yang Anda pasang di situs Anda.

Kabar buruknya, external link juga berpotensi merenggut traffic Anda. Sebab, pengunjung bisa lebih tertarik dengan situs referral Anda. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan tautan eksternal dengan bijak.

7 Langkah Mengoptimalkan Internal Link Pada Website

Berikut adalah tujuh langkah mengoptimalkan internal link di website Anda agar SEO bisa maksimal.

1. Buat Banyak Konten dan Terhubung

Bisa dibilang langkah pertama ini adalah langkah yang paling penting. Jika Anda tidak memiliki konten, berarti tidak ada tautan internal yang dapat dipasang. Dengan kata lain, semakin banyak konten yang Anda miliki, semakin banyak tautan yang dapat Anda sertakan.

Namun, jangan asal-asalan dalam membuat konten ya? Buat konten yang masih berkaitan satu sama lain atau satu topik agar internal link bisa terpasang. Misalnya Anda membuat konten yang membahas tentang tips merawat kucing. Jadi, kurang tepat jika Anda melampirkan link artikel “7+ Teknik Lukis Dinding yang Baik dan Benar”.

Oleh karena itu, buatlah konten berkualitas secara rutin di website Anda. Semakin banyak halaman baru yang saling terhubung di situs web Anda, semakin mudah memasang tautan internal di masa mendatang.

Jangan lupa untuk selalu membuat judul artikel blog yang menarik . Ini karena judul adalah hal pertama yang dilihat orang saat mencari kata kunci di mesin pencari atau di timeline media sosial. Ini akan membantu Anda meningkatkan lalu lintas situs web.

2. Memasukkan Kata Kunci di Anchor Text

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan anchor text ini. Anchor text adalah sepotong teks yang berisi tautan yang dapat diklik. Ini berbeda dari teks biasa dan umumnya berwarna biru.

Saat Anda menggunakan anchor text untuk internal link, jangan lupa sertakan kata kunci tentang halaman yang ingin Anda tuju. Dengan kata lain, hindari teks jangkar seperti “klik di sini”, atau “halaman ini” untuk tautan internal Anda.

Sebab, anchor text dengan kata kunci tersebut dapat membantu Google dan pengunjung untuk memahami isi link sebelum mereka mengkliknya. Selain itu, memasukkan kata kunci ke dalam teks jangkar juga merupakan praktik terbaik yang disarankan oleh Google sendiri.

3. Tautan ke Halaman yang Relevan

Instal tautan internal saat Anda merasa bahwa halaman lain juga relevan dengan halaman itu. Sebab, jika tidak dilakukan apa-apa, kemungkinan link tersebut diklik pengunjung akan sangat kecil.

Ambil contoh di artikel ini. Jika kami memasang link ke artikel “10+ Tips Menjaga Server VPS Paling Efektif”, Anda pasti tidak akan mengkliknya bukan?

Nah, klik yang rendah ini menunjukkan tingkat keterlibatan pengunjung yang rendah. Akibatnya, Google akan menganggap bahwa tautan internal tidak relevan dan pada akhirnya akan berdampak negatif pada SEO Anda. Jadi, posting tautan yang relevan yang dapat mendorong pengunjung untuk mempelajari lebih lanjut tentang topik tersebut.

4. Buat Aneka Anchor Text

Tidak semua teks jangkar akan cocok dengan kalimat yang Anda tulis. Jadi, jangan keras kepala memasukkan anchor text yang sama di setiap konten . Anda bisa membuatnya lebih variatif agar terlihat natural.

Toh, anchor text yang berulang-ulang dianggap oleh Google tidak wajar, lho. Cara ini dianggap oleh Google sebagai upaya untuk menipu algoritma. Jadi, Anda harus menghindarinya agar tidak terkena penalti oleh Google.

5. Gunakan Tautan DoFollow

Singkatnya, tautan dofollow adalah jenis tautan yang memungkinkan Google mengikuti tautan tersebut. Mungkin langkah yang satu ini terlihat jelas , namun tidak sedikit orang yang justru memasang nofollow pada internal link (biasanya karena kesalahan plugin internal link ) sehingga Google mengabaikan link tersebut.

6. Tautkan ke Halaman Penting di Situs Web Anda

Saat Anda memasang tautan internal, otoritas halaman itu juga dibagikan dengan halaman lain. Semakin tinggi kewenangannya dibagikan, semakin baik untuk SEO Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk meletakkan tautan di halaman otoritas tinggi ke halaman lain yang ingin Anda rangking.

Untuk mengetahui tingkat otoritas sebuah website secara akurat, Anda bisa menggunakan tool berbayar seperti Ahrefs atau Moz Pro. Namun, ada juga cara lain—meski tidak seakurat tools berbayar—yaitu dengan menggunakan tools gratisan seperti ini situs web .

7. Pasang Internal Link yang Memadai

Berapa banyak tautan internal yang harus Anda letakkan di satu halaman? Tidak ada yang tahu jawaban pastinya.

Matt Cutts , yang telah bekerja di tim SEO Google selama 17 tahun, mengemukakan bahwa tautan internal adalah sekitar 100 tautan dalam satu halaman. Lalu, apakah dilarang memposting link yang kurang atau lebih dari 100? Ah, tentu saja tidak.

Matt Cutts hanya menyarankan, jadi jangan jadikan itu patokan utama Anda. Hal ini dikarenakan setiap halaman website memiliki tujuan yang berbeda. Terkadang 100 link harus disertakan karena sangat mendukung tujuan halaman tersebut.

Namun, ini bukan masalah. Karena tujuan kami adalah memberikan tautan untuk memudahkan pengunjung menemukan tema yang dimaksud.

Intinya, Anda harus memperhatikan tujuan dan pengalaman pengguna saat menyertakan tautan internal. Jika banyak link yang bisa membantu pengunjung, Anda tinggal menambahkan sebanyak yang diperlukan. Namun jika tidak, Anda tidak perlu menyertakan internal link.

Perhatikan Internal Link Anda Mulai Sekarang!

Bagaimana? Tautan internal tidak sesederhana yang Anda pikirkan, bukan? Untuk mendapatkan hasil SEO yang maksimal, memang ada langkah ekstra yang harus dilakukan. Jika Anda belum menerapkan langkah-langkah pengoptimalan tautan internal di atas, lebih baik Anda melakukannya sekarang!

Oh ya, optimasi internal link masih kurang jika website Anda ingin mendapatkan peringkat teratas di Google lho. Ada langkah optimasi lain yang harus Anda lakukan.

Apa langkah-langkahnya? Anda dapat menemukannya di ebook gratis yang dapat diunduh di bawah ini:

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa klik tombol subscribe di bawah ini untuk mendapatkan tips SEO terbaru dan terlengkap langsung ke email Anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!