6 Cara Menjadi YouTuber untuk Pemula, Pasti Sukses!

6 Cara Menjadi YouTuber untuk Pemula, Pasti Sukses!

“Hai guys, welcome back to my channel” adalah ungkapan yang sering kita dengar saat menonton YouTube.

YouTube adalah media sosial untuk berbagi dan menemukan video. Dilansir dari laporan We Are Social, pada tahun 2021, 94% masyarakat Indonesia yang menggunakan internet mengakses YouTube. Hal ini membuktikan bahwa YouTube merupakan media yang digandrungi oleh banyak orang.

Tak heran, memang YouTube memang menyediakan beragam konten yang kita butuhkan. Mulai dari konten yang informatif, edukatif, hingga menghibur juga ada. Semakin hari semakin banyak para pembuat konten di YouTube atau yang akrab disapa YouTuber .

Sudah menjadi rahasia umum bahwa membuat konten di YouTube memang bisa menghasilkan uang. Bahkan, banyak orang yang menjadikan penghasilan dari YouTube sebagai sumber penghasilan utama mereka. Karena itu banyak orang yang mulai belajar menjadi youtuber .

Lalu, bagaimana caranya menjadi YouTuber yang sukses ? Berikut 11 tips yang bisa Anda coba . YouTuber pemula dengan HP juga bisa melakukannya!

  1. Pilih ceruk yang Anda minati
  2. Tetapkan tujuan untuk dicapai
  3. Buat rencana ide konten
  4. Buat saluran dan akun YouTube
  5. Menyiapkan alat untuk membuat konten
  6. Jadwalkan pengunggahan video ke YouTube
  7. Produksi dan pengeditan konten
  8. Promosikan video YouTube
  9. Membangun keterlibatan dengan audiens
  10. Optimalisasi dengan SEO YouTube
  11. Analisis dan evaluasi

Cara menjadi youtuber sukses untuk pemula

Mau coba jadi youtuber ? Ini dia 11 cara yang bisa kamu coba, tonton sampai habis ya.

1. Pilih niche atau ceruk konten

Cara menjadi youtuber yang pertama adalah dengan memilih ceruk konten. Niche adalah niche atau konten yang spesifik dan terfokus. Ada banyak sekali kategori konten yang bisa dibuat oleh seorang YouTuber . Anda bisa memilih niche sesuai dengan yang Anda sukai atau kuasai. Pilih juga niche yang topiknya bisa bervariasi atau tidak ada habisnya untuk dibahas.

Beberapa contoh termasuk:

  1. Fashion ( haul , try on , mix and match ).
  2. Musik, biasanya berisi lagu video cover.
  3. Gaming , membahas game tertentu yang sedang ramai saat ini.
  4. Teknologi, seperti review handphone , laptop, dan lain-lain.
  5. Beauty, biasanya menampilkan konten video yang berisi review skincare, makeup, tutorial makeup untuk berbagai aktivitas, dan tips kecantikan lainnya.
  6. Pendidikan, biasanya berisi pengetahuan akademik dan umum, serta fakta-fakta menarik lainnya.
  7. Kesehatan, DIY, gaya hidup, hiburan yang berisi vlog harian , humor, dan lainnya.

Apakah Anda tahu saluran YouTube GadgetIn ? Channel ini berfokus pada niche teknologi, lebih khusus mengulas gadget-gadget terbaru. Kalau buka channel isinya tentang review hp , pc, laptop dan gadget lainnya.

Menentukan ceruk konten, membuat Anda lebih fokus pada suatu topik dan dapat menarik audiens yang relevan. Selain itu, Anda bisa fokus belajar lebih dalam dan membuat konten yang menarik dan berkualitas untuk audiens.

2. Tetapkan tujuan yang ingin dicapai

Sebagai seorang YouTuber , tentu ada tujuan yang ingin dicapai. Misalnya ingin punya banyak subscriber, banyak viewer, bisa memonetisasi konten, dan lain sebagainya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Anda bisa memulainya dengan menetapkan target yang realistis.

Misalnya, dalam waktu 5 bulan, pelanggan saluran YouTube Anda harus mencapai 5000 orang. Atau video YouTube Anda mencapai 1000 penonton dalam 2 minggu, dan target lainnya.

Dengan begitu, Anda akan semakin semangat membuat konten dan mempromosikannya, karena ada ‘sesuatu’ yang ingin Anda capai. Jika target tidak tercapai, dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi. Mungkin ada yang kurang dari strategi promosi, isi, penyampaian pesan, atau aspek lainnya.

3. Merencanakan ide konten

Setelah mengetahui niche konten yang ingin digarap, langkah selanjutnya adalah merencanakan ide konten apa yang akan dibuat. Untuk membantu proses perencanaan konten, Anda dapat melakukannya dengan:

·         Kenali audiens target

  1. Siapa yang akan menonton video ini?
  2. Berapa usianya?
  3. Jenis pekerjaan apa yang mereka lakukan?
  4. Mengapa mereka menonton video ini?
  5. Jam berapa biasanya mereka menontonnya?

Dan pertanyaan lain yang dapat membantu Anda menentukan persona audiens. Dengan begitu, bisa memudahkan Anda untuk mengetahui konten seperti apa yang disukai audiens, cara penyampaiannya, konsep, hingga strategi promosi.

·         Lihat pesaing

Anda bisa menengok kompetitor dengan niche serupa untuk mencari ide kemudian menerapkan prinsip ATM alias Amati, Tiru, dan Modifikasi . Meniru disini bukan berarti plagiat ya? Namun membuat konten yang mungkin memiliki topik yang sama, namun sudut pandang yang berbeda, dengan kualitas yang lebih baik, konsep yang lebih menarik, dan modifikasi lainnya yang membuat konten yang Anda buat menjadi sesuatu yang baru.

·         Riset kata kunci

Mencari ide juga bisa dilakukan dengan melakukan riset kata kunci atau melihat topik yang sedang banyak dicari saat ini. Anda bisa menggunakan beberapa tools untuk riset kata kunci seperti Google Trend, Ubersuggest , Semrush , dan lainnya.

Anda bisa belajar menjadi youtuber dengan berbagai cara. Belajar dari teman, tonton video, atau ikuti kursus yang sesuai. Yah, tepat! Skill Academy memiliki kelas belajar bersama Gita Savitri tentang cara menjadi youtuber sukses dan cara membuat konten berkualitas.

4. Buat saluran dan akun YouTube

Langkah selanjutnya untuk menjadi YouTuber adalah membuat saluran dan akun YouTube. Cara membuat channel dan akun youtube tidak sulit kok. Anda dapat membuat akun YouTube menggunakan akun Gmail atau akun Google yang terhubung langsung ke YouTube. Cara lengkapnya sudah dibahas sebelumnya, Anda bisa membaca Cara Lengkap Membuat Akun dan Channel YouTube untuk Pemula . Kamu bahkan bisa membuatnya lewat ponsel , lho!

Anda bisa menggunakan nama channel yang unik dan mudah diingat, seperti Nihongo Mantappu , atau bisa juga menggunakan nama pribadi. Jangan lupa lengkapi semua bagian yang perlu diisi di YouTube. Seperti, foto profil, gambar spanduk, deskripsi, info kontak, dan lainnya.

 

5. Siapkan alat untuk membuat konten

Untuk membuat video yang berkualitas tentunya membutuhkan beberapa alat. Anda tidak perlu langsung berinvestasi dalam peralatan mahal atau profesional. Anda bisa memanfaatkan alat yang ada, misalnya dengan ponsel dengan kualitas kamera yang bagus, ring light untuk penerangan, dan mikrofon .

Selain itu, jangan lupa untuk mengatur lokasi pemotretan terlebih dahulu. Pastikan tempatnya rapi, cukup terang, dan tidak berisik atau terlalu banyak noise di video.

Jangan lupa install dan pelajari aplikasi edit video, seperti Adobe Premiere, Sony Vegas, dan lainnya. Aplikasi edit video di HP juga banyak , misalnya inShot , FilmoraGo , KineMaster , Adobe Premiere Clip, dan lainnya.

 

6. Buat jadwal upload video ke YouTube

Jadwal upload konten ke YouTube bisa membantu Anda lebih konsisten dan teratur dalam memproduksi konten. Ada garis waktu yang jelas untuk memulai produksi, pengeditan, dan pengunggahan video. Selain itu, penonton juga akan mengetahui kapan mereka akan mendapatkan konten baru dari channel YouTube Anda. Usahakan untuk konsisten mengupload konten, jika sudah lama tidak mengupload konten, bisa jadi subscriber akan meninggalkan channel YouTube Anda.

Jika di awal Anda masih memulainya sendiri, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mengupload video setiap hari. Sangat melelahkan, karena mulai dari mencari ide, menyusun skrip, mengambil video, mengedit , hingga mempromosikan semuanya dilakukan sendiri.

Anda bisa mencoba jadwal mingguan, misalnya setiap minggu upload 1 atau 2 video ke YouTube. Agar lebih terorganisir, Anda bisa menjadwalkannya secara manual atau menggunakan alat seperti Trello atau Notion. Jika sudah menemukan pola produksi yang nyaman, maka Anda bisa menambah jumlah konten yang diunggah.